Katalog suku cadang elevator membantu tim teknis dan pengadaan mengenali fungsi komponen, membandingkan alternatif, serta memastikan kecocokan sebelum memesan. Katalog yang baik tidak hanya menampilkan nama dan foto produk, tetapi juga merek, nomor komponen, model elevator, konektor, tegangan kerja, dimensi, revisi papan elektronik, dan posisi pemasangan.
Untuk mendapatkan komponen pengganti yang tepat, jangan mengandalkan kemiripan visual saja. Cocokkan nomor komponen, spesifikasi listrik dan mekanis, antarmuka komunikasi, serta versi sistem. Untuk komponen keselamatan, pengendali, dan sistem traksi, pemeriksaan teknisi yang kompeten tetap diperlukan sebelum pemasangan.
Cara katalog suku cadang elevator disusun
Satu elevator terdiri dari beberapa subsistem yang saling terhubung. Karena itu, elevator parts catalog umumnya disusun berdasarkan fungsi atau lokasi komponen, bukan sekadar urutan alfabetis. Pengelompokan ini mempercepat pencarian ketika teknisi sudah mengetahui sumber gangguan, misalnya sistem pintu, panel kabin, controller, atau mesin traksi.
Berikut 12 kelompok komponen yang paling sering dicari:
| No. | Kelompok komponen | Fungsi utama | Data penting untuk pencocokan |
|---|---|---|---|
| 1 | Motor dan operator pintu | Membuka serta menutup pintu | Merek, model, tegangan, daya, konektor, arah putaran |
| 2 | Board pengendali pintu | Mengatur gerakan, kecepatan, dan proteksi pintu | Nomor board, revisi, firmware, konektor, tegangan |
| 3 | Tombol elevator | Menerima perintah lantai dan operasi | Ukuran, simbol, warna lampu, tegangan, kontak |
| 4 | COP, LOP, dan display | Menampilkan posisi dan menyediakan antarmuka pengguna | Dimensi panel, protokol, jumlah lantai, jenis display |
| 5 | Main controller atau PCB | Menjalankan logika utama elevator | Part number, revisi, firmware, tipe sistem |
| 6 | Relay board | Mengalihkan dan mengisolasi rangkaian kontrol | Tegangan coil, rating kontak, layout, konektor |
| 7 | Mesin traksi dan sheave | Menghasilkan serta meneruskan gerakan | Tipe mesin, diameter sheave, alur tali, kapasitas |
| 8 | Encoder | Memberikan umpan balik posisi dan kecepatan | Resolusi, sinyal, tegangan, poros, konektor |
| 9 | Sensor posisi dan leveling | Mendeteksi posisi kabin terhadap lantai | Jenis sensor, jarak deteksi, output, bracket |
| 10 | Perangkat keselamatan pintu | Mencegah operasi pintu yang tidak aman | Tipe interlock, jumlah beam, tegangan, interface |
| 11 | Interkom dan alarm | Menyediakan komunikasi saat keadaan darurat | Jenis koneksi, jumlah kanal, tegangan, kompatibilitas |
| 12 | ARD, baterai, dan daya darurat | Mendukung evakuasi atau fungsi darurat | Tegangan, kapasitas, konektor, sistem pengisian |
Katalog juga dapat dipisahkan berdasarkan merek atau seri elevator. Struktur ini membantu pencarian awal, tetapi nama merek saja belum cukup untuk menjamin kecocokan. Dalam satu seri dapat terdapat beberapa revisi controller, pilihan door operator, atau perubahan konektor berdasarkan tahun produksi dan konfigurasi proyek.
Komponen sistem pintu

Gangguan pintu termasuk masalah yang mudah terlihat oleh pengguna, tetapi penyebabnya dapat berasal dari mekanik, sensor, motor, atau rangkaian kontrol. Dua elevator dengan tampilan pintu serupa belum tentu memakai komponen operator yang sama.
1. Motor dan operator pintu
Motor pintu menggerakkan panel pintu melalui belt, pulley, arm, atau mekanisme lain pada door operator. Sementara itu, istilah door operator dapat merujuk pada satu perangkat lengkap yang mencakup motor, mekanisme penggerak, controller, dan bagian pendukung.
Data yang perlu diperiksa meliputi:
- Merek dan model door operator.
- Nomor komponen pada label motor.
- Tegangan, arus, daya, dan jenis motor.
- Posisi serta bentuk mounting.
- Diameter poros dan jenis pulley.
- Arah putaran dan konfigurasi bukaan.
- Jenis konektor dan jumlah pin.
- Tipe pintu, seperti bukaan tengah atau bukaan samping.
Motor dengan ukuran fisik yang sesuai belum tentu dapat dikendalikan oleh board lama. Karakteristik sensor, metode pengaturan kecepatan, dan sinyal umpan baliknya juga harus kompatibel.
2. Board pengendali pintu
Board pengendali pintu mengatur akselerasi, kecepatan, perlambatan, batas gerakan, dan respons terhadap hambatan. Pada beberapa sistem, board ini menerima perintah langsung dari controller utama dan berkomunikasi melalui koneksi khusus.
Saat mencari pengganti, catat nomor PCB lengkap beserta akhiran atau kode revisinya. Perbedaan satu huruf pada nomor board dapat menunjukkan perubahan firmware, layout konektor, atau dukungan terhadap tipe motor tertentu. Contoh kategori ini adalah [board motor pintu untuk elevator Hitachi](/products/door-motor-board-hitachi-elevator-parts-lift-accessories/), tetapi kecocokan tetap harus ditentukan dari nomor komponen dan konfigurasi sistem yang terpasang.
Gejala seperti pintu bergerak tersendat, gagal menutup, atau kembali terbuka tidak otomatis membuktikan bahwa board rusak. Periksa pula rel, roller, belt, sensor, suplai daya, dan pengaturan door operator sebelum mengganti modul elektronik.
Tombol, panel, dan display
Perangkat antarmuka terlihat sederhana, tetapi variasinya cukup banyak. Dimensi potongan panel, jenis kontak, tegangan lampu, protokol komunikasi, dan desain mounting dapat berbeda antara model.
3. Tombol elevator

Tombol digunakan pada car operating panel (COP), landing operating panel (LOP), panel inspeksi, dan kotak kontrol lainnya. Elemen tombol dapat terdiri dari cap, legend plate, lampu indikator, microswitch, housing, dan konektor.
Parameter yang perlu dicocokkan adalah:
- Diameter atau ukuran bukaan panel.
- Bentuk tombol dan metode pemasangan.
- Simbol, angka, atau fungsi tombol.
- Warna serta tegangan lampu indikator.
- Jenis kontak, misalnya momentary atau maintained.
- Konfigurasi normally open atau normally closed.
- Jumlah dan susunan pin.
- Fitur aksesibilitas, jika diperlukan oleh spesifikasi proyek.
Warna nyala atau desain muka yang sama tidak menjamin rangkaian internalnya identik. Kesalahan tegangan dapat merusak LED atau menghasilkan tingkat kecerahan yang tidak sesuai.
4. COP, LOP, dan display posisi
COP berada di dalam kabin, sedangkan LOP dipasang di area landing. Keduanya dapat memakai kabel individual, serial bus, atau modul I/O khusus. Display posisi dapat berupa dot matrix, LED segment, LCD, atau unit terintegrasi dengan gong dan indikator arah.
Untuk panel lengkap, konfirmasikan jumlah lantai, tata letak tombol, dimensi faceplate, lokasi baut, ketebalan panel, konektor, serta bahasa atau simbol yang dibutuhkan. Untuk display, periksa ukuran modul, warna, arah pemasangan, protokol data, alamat perangkat, dan versi controller yang mendukungnya.
Mengganti display dengan unit yang secara fisik cocok tetapi menggunakan protokol berbeda biasanya tidak menyelesaikan masalah. Dokumentasikan juga kode kesalahan atau pola tampilan sebelum melepas unit lama karena informasi tersebut dapat membantu diagnosis.
Controller, board, dan relay
Komponen elektronik harus diidentifikasi lebih ketat dibandingkan komponen kosmetik. Nomor PCB, revisi perangkat keras, firmware, parameter, dan konfigurasi I/O dapat menentukan apakah board dapat langsung dipasang atau memerlukan pemrograman.
5. Main controller dan control board
Main controller memproses panggilan, posisi kabin, status pintu, rangkaian keselamatan, dan perintah gerak. Pada suatu sistem, fungsi tersebut dapat berada dalam satu mainboard; pada sistem lain, fungsi dibagi ke beberapa modul seperti CPU board, I/O board, communication board, dan drive interface.
Permintaan pengadaan sebaiknya mencantumkan:
- Merek dan model controller.
- Part number lengkap.
- Nomor revisi PCB.
- Versi firmware atau software, jika terlihat.
- Model drive dan door controller yang terhubung.
- Jumlah lantai serta tipe operasi.
- Foto konektor dan posisi jumper.
- Status board: kosong, terprogram, atau membutuhkan parameter tertentu.
Board pengganti tidak selalu bersifat plug-and-play. Parameter lapangan, data lantai, konfigurasi komunikasi, atau chip memori mungkin perlu dipindahkan atau diprogram ulang. Prosedur tersebut harus mengikuti dokumentasi teknis yang sesuai.
6. Relay board
Relay board menghubungkan logika kontrol dengan beban atau sinyal lapangan. Modul ini dapat digunakan untuk rem, kontaktor, kipas, lampu, indikator, pintu, atau fungsi kontrol lain.
Selain part number, periksa tegangan coil relay, rating kontak, jumlah pole, susunan terminal, konektor, dan layout board. [Board relay untuk elevator Mitsubishi](/products/relay-board-mitsubishi-elevator-parts-lift-accessories/) menggambarkan salah satu jenis suku cadang dalam kelompok ini; identifikasi model dan revisi tetap diperlukan sebelum pemesanan.
Relay dengan ukuran serupa dapat memiliki susunan pin atau tegangan coil berbeda. Jika hanya relay individual yang akan diganti, pastikan kemampuan kontaknya sesuai dengan beban dan desain asli. Kerusakan berulang juga dapat menunjukkan masalah pada beban, suplai, kontaktor, atau rangkaian penggerak, bukan sekadar relay yang aus.
Komponen traksi dan gerak
Sistem traksi membawa konsekuensi mekanis dan keselamatan yang lebih besar. Pemilihan komponen tidak boleh hanya berdasarkan dimensi luar atau perkiraan kapasitas.
7. Mesin traksi, pulley, dan sheave
Mesin traksi menghasilkan gerak kabin, sedangkan traction sheave meneruskan gaya melalui tali baja atau media suspensi yang digunakan sistem. Komponen terkait dapat mencakup motor, brake assembly, brake coil, brake lining, bearing, pulley, dan sheave.
Data pencocokan biasanya mencakup:
- Tipe mesin, geared atau gearless.
- Model dan nomor seri mesin.
- Daya, tegangan, arus, dan kecepatan motor.
- Diameter serta lebar sheave.
- Jumlah, profil, dan pitch alur.
- Diameter dan jenis tali.
- Konfigurasi roping.
- Spesifikasi rem dan metode pelepasannya.
- Posisi mounting dan dimensi poros.
Kompatibilitas mekanis saja tidak cukup. Karakteristik mesin harus sesuai dengan drive, controller, rem, beban, kecepatan nominal, dan rancangan elevator. Evaluasi perubahan pada komponen traksi harus dilakukan oleh pihak yang memahami desain dan persyaratan keselamatan sistem.
8. Encoder traksi
Encoder memberikan informasi posisi, arah, dan kecepatan kepada drive atau controller. Sinyal yang salah dapat menyebabkan leveling tidak akurat, getaran, kegagalan start, atau fault pada drive.
Saat memilih [encoder traksi untuk elevator](/products/traction-encoder-elevator-spare-parts/), periksa:
- Tipe incremental atau absolute.
- Resolusi, misalnya pulse per revolution.
- Tegangan suplai.
- Jenis sinyal output dan jumlah channel.
- Diameter poros atau tipe hollow shaft.
- Metode mounting dan anti-rotation bracket.
- Panjang kabel, konektor, serta pinout.
- Kompatibilitas dengan drive dan controller.
Resolusi lebih tinggi tidak otomatis lebih baik. Controller harus mampu membaca format dan frekuensi sinyal tersebut. Pemasangan encoder juga memerlukan alignment yang tepat agar bearing dan coupling tidak menerima beban berlebih.
Sensor dan perangkat keselamatan
Sensor memberikan data kepada controller, sedangkan perangkat keselamatan menentukan apakah elevator boleh bergerak atau pintu boleh beroperasi. Keduanya perlu dibedakan karena fungsi, metode pengujian, dan konsekuensi kegagalannya tidak sama.
9. Sensor posisi dan leveling
Sensor leveling mendeteksi posisi kabin terhadap lantai agar kabin berhenti sejajar dengan landing. Sistem dapat menggunakan magnetic sensor, proximity sensor, vane, optical sensor, atau informasi posisi dari encoder.
Untuk mencocokkan sensor, identifikasi tegangan kerja, jenis output, jumlah kabel, kondisi output normal, jarak deteksi, dimensi housing, konektor, dan bracket. Posisi magnet atau vane juga perlu dicatat sebelum pembongkaran.
Leveling yang tidak tepat belum tentu disebabkan oleh sensor rusak. Kemungkinan lain meliputi bracket bergeser, magnet berubah posisi, kabel putus, parameter drive, slip mekanis, atau masalah encoder.
10. Light curtain, door detector, dan interlock
Light curtain atau infrared door detector mendeteksi objek di jalur pintu. Door interlock memastikan pintu landing terkunci sebelum elevator bergerak dan memberikan konfirmasi status kepada safety circuit.
Untuk light curtain, cocokkan tinggi efektif, jumlah beam, jarak kerja, tegangan, tipe output, controller box, konektor, dan metode pemasangan. Untuk interlock, periksa sisi pemasangan, bentuk kait, susunan kontak, dimensi mekanis, dan model pintu.
Jangan melakukan bypass permanen terhadap interlock atau rangkaian keselamatan untuk menghilangkan fault. Tindakan tersebut dapat meniadakan proteksi yang menjadi bagian dari desain elevator. Setelah penggantian, fungsi mekanis dan elektris harus diuji sesuai prosedur pemeliharaan yang berlaku pada sistem.
Komponen komunikasi dan keadaan darurat
Perangkat komunikasi dan daya darurat sering baru mendapat perhatian ketika gagal dalam pengujian. Padahal, komponen ini harus tetap cocok dengan infrastruktur gedung, controller elevator, dan konfigurasi sumber daya.
11. Interkom, alarm, dan perangkat komunikasi
Perangkat komunikasi dapat mencakup interkom kabin, master station, speaker, microphone, alarm buzzer, modul telepon, serta communication board. Beberapa sistem memakai kabel analog sederhana, sedangkan yang lain menggunakan bus atau gateway khusus.
Sebelum memesan, tentukan:
- Fungsi unit dan posisi pemasangan.
- Tegangan suplai.
- Jenis jalur komunikasi.
- Jumlah channel atau station.
- Konektor dan pinout.
- Integrasi dengan ruang kontrol atau sistem gedung.
- Kebutuhan microphone, speaker, atau handset.
- Konfigurasi yang harus diprogram.
Kualitas suara yang buruk dapat berasal dari kabel, grounding, suplai daya, microphone, speaker, atau gangguan elektromagnetik. Mengganti seluruh unit tanpa menguji jalur komunikasi dapat menambah biaya tanpa menghilangkan penyebab masalah.
12. ARD, baterai, dan catu daya darurat
Automatic rescue device (ARD) membantu menjalankan fungsi evakuasi tertentu saat suplai utama terputus, sesuai desain elevator. Sistem ini dapat terdiri dari controller, inverter atau modul daya, charger, contactor, dan baterai.
Pencocokan harus mempertimbangkan tegangan sistem, jenis dan konfigurasi baterai, kapasitas yang ditentukan produsen, konektor, charger, interface controller, serta karakteristik mesin dan rem. Jangan mengganti baterai hanya berdasarkan ukuran casing. Tegangan, kimia baterai, terminal, kemampuan arus, dan metode pengisian harus sesuai.
Jika baterai sering gagal atau tidak terisi, periksa usia dan kondisi baterai, tegangan charger, sambungan terminal, fuse, temperatur lingkungan, dan fault pada modul ARD. Setelah penggantian, lakukan pengujian fungsi dengan prosedur yang terkendali.
Cara memastikan kecocokan komponen dalam katalog
Identifikasi yang akurat dimulai sebelum komponen lama dilepas. Foto, label, dan data koneksi yang lengkap jauh lebih berguna daripada hanya mengirim nama umum seperti “board pintu” atau “sensor lift”.
Gunakan langkah berikut untuk menyiapkan permintaan pengadaan:
- Catat identitas elevator. Sertakan merek, seri atau model, jenis controller, jenis drive, tahun produksi jika tersedia, jumlah lantai, dan tipe pintu.
- Tentukan lokasi serta fungsi komponen. Jelaskan apakah unit berada di kabin, landing, controller cabinet, door operator, hoistway, atau machine room.
- Salin seluruh nomor pada label. Catat part number, model, serial number, revisi PCB, firmware, dan kode tambahan tanpa menghilangkan tanda hubung atau akhiran.
- Foto komponen dari beberapa sisi. Ambil foto label, muka depan, bagian belakang, konektor, mounting, dan posisi komponen sebelum dilepas.
- Dokumentasikan spesifikasi listrik. Sertakan tegangan, arus, daya, frekuensi, tipe sinyal, rating kontak, serta pinout bila tersedia.
- Ukur bagian mekanis. Catat panjang, lebar, tinggi, diameter poros, jarak lubang baut, ukuran bukaan panel, dan orientasi pemasangan.
- Periksa perangkat yang terhubung. Untuk board, encoder, display, dan modul komunikasi, identifikasi controller atau drive pasangannya.
- Jelaskan gejala kerusakan. Sertakan fault code, kondisi saat gangguan muncul, hasil inspeksi, dan pengujian yang sudah dilakukan.
- Tentukan kebutuhan konfigurasi. Tanyakan apakah board harus diprogram, apakah firmware tertentu dibutuhkan, dan apakah parameter dapat dipindahkan.
- Konfirmasi kondisi komersial secara terpisah. Pastikan status barang, kelengkapan aksesori, cakupan garansi, waktu pengadaan, dan ketentuan pengembalian sebelum membeli karena hal-hal tersebut dapat berbeda untuk setiap produk dan pemasok.
Kesalahan yang paling umum adalah memilih berdasarkan foto, memakai nomor model yang tidak lengkap, mengabaikan revisi board, atau berasumsi bahwa semua komponen dari merek yang sama saling menggantikan. Risiko lain muncul ketika nama komponen berbeda antara teknisi, katalog, dan produsen. Karena itu, nomor komponen dan data teknis harus menjadi rujukan utama.
Kecocokan juga perlu dibedakan menjadi tiga tingkat: kecocokan fisik, kecocokan listrik, dan kecocokan sistem. Sebuah board dapat masuk ke dudukan dan menerima tegangan yang benar, tetapi tetap tidak berfungsi karena firmware atau protokolnya berbeda. Sebaliknya, komponen dengan nomor pengganti baru mungkin terlihat berbeda namun dinyatakan kompatibel oleh dokumentasi produsen. Klaim substitusi semacam ini perlu dikonfirmasi sebelum pemasangan.
Kelevator memasok suku cadang elevator multi-merek untuk kebutuhan importir B2B, distributor, kontraktor pemeliharaan, perusahaan modernisasi, dan pembeli OEM. Saat menyiapkan pencarian dari katalog, kumpulkan part number lengkap, foto label, spesifikasi, konektor, serta data sistem dalam satu permintaan. Paket informasi tersebut dapat digunakan untuk membandingkan pilihan dari pemasok mana pun dan mengurangi risiko pemesanan komponen yang tidak cocok.

